Jenis Penanaman Modal/investasi

www.notarisdanppat.com –  jenis penanaman Modal/Investasi modal baik kapital pada arti sempit maupun pada arti luas buat menjalankan suatu bisnis yg secara teoritis atau menurut harapan akan mendatangkan laba pada pemiliknya.

Menurut UU No 25 Tahun 2007 mengenai penanaman modal Pasal 1 Angka 1 Penanaman Modal Adalah :

“Segala bentuk aktivitas menanam modal baik oleh penanam kapital pada negeri juga penanam kapital asing buat melakukan usaha diwilayah Negara RI” Dari Pasal 1 Angka 1 itu penanaman kapital yang dimaksud hanyalah Penanaman modal yang diatur UU ini yaitu “penanaman kapital yg dilakukan di daerah Negara RI”

Menurut Pasal 1 Angka 4 Penanaman Modal Adalah

“Perseroan atau badan usaha yg melakukan penanaman kapital yg bisa berupa penanaman luar negeri / PMA.

Sedangkan yang dimaksud PMD Dalam Negeri seperti yg dimuat dalam Pasal 1 Angka 2 merupakan  :

“perseroan WNI, badan usaha Indonesia Negara RI atau daerah yg melakukan penanaman kapital diwilayah RI.

Menurut pasal 1 nomortiga Penanaman Modal Asing Adalah :

Perseroan atau badan Usaha atau pemerintah Asing & perseorangan masyarakat Negara Asing yang melakukan penanaman kapital diwilayah Negara RI .

 Jenis Penanaman Modal Berdasarkan Subjek

Yang menanam kapital bisa dikelompokkan jadi tiga macam :Personal Invesman/penanaman kapital perorangan yaitu :

Penggunaan kekayaan individual buat menjalankan suatu bisnis yang bertujuan untuk memperoleh laba termasuk dalam personal invesmen ini diantaranya  :

jenis penanaman Modal/Investasi Penggunaan kapital sang petani buat menggarap huma oleh petani,pedagang buat membuka warung atau took…penanaman kapital perseorangan/invesmen ini bisa pula berupa penggunaan kekayaan individual untuk memasukkan sahamnya ke perusahaan2 baik dengan mendirikan perusahaan secara eksklusif maupun dengan menentukan perusahaan2 yang GO PUBLIK (Perusahaan yang sahamnya dijual di bursa efek)Interprise Invesment Yaitu  :

Penanaman modal sang perusahaan menggunakan menggunakan bagian keuntungan perusahaan yg nir dibagikan kepada pemegang saham tetapi digunakan untuk memperluas usahanya atau buat membuka cabang2 baruPublik Invesman/Penanaman kapital Negara yaitu :

Penggunaan kekayaan Negara buat menjalankan usaha eksklusif dengan membentuk badan2 usaha milik Negara ataupun BUMD. Publik Invesment ini pada prinsipnya digunakan buat melaksanakan urusan2 yg menguasai hajat hayati orang poly seperti buat penggadakan energi listrik, air minum, transportasi generik, pos, telekomunikasi dsbnya.

Dewasa ini usaha2 negara ini misalnya yang dimaksudkan Pasal 33 ayat 2 Undang-Undang Dasar’45 “cabang2 perusahan yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang poly dikuasai oleh Negara” ialah diurus pribadi oleh Negara sesudah dilaksanakan melalui pembentukan PT persero seperi pos, telkom sebagai akibatnya telah menjadi tujuan mencari keuntungan

Baca Juga hukum-penanaman-kapital-secara-umum/Berdasarkan Bentuknya

Bedasarkan bentuknya Penanaman kapital dapat dikelompokkan menjadi 3 macam :Direct Investment/Modal langsung

Penanaman kapital memberi kewenangan pada Investor buat secara langsung mengontrol jalannya perusahaan dimana modlanya ditanam & langsung juga menanggung resiko atau labarugi berdasarkan penanaman kapital ituPort Folio Investment

Penanaman modal yg nir memberi kewenangan kepada pemilik kapital buat mengontrol jalannya perusahaan namun yang bersangkutan secara pribadi menanggung resiko atau labarugi dari penanaman kapital itu.

Fort Folio Invesment ini dilakukan menggunakan cara membeli saham suatu perusahaan kurang dari 50 % sehingga yang bersangkutan nir memegang bunyi lebih banyak didominasi di pada RUPS contohnya dengan membeli saham di bursa saham suatu perusahaan yg go public hanya menjual sahamnya kurang berdasarkan 25 % sebagai akibatnya pemilik perusahaan yang orisinil permanen memegang suara lebih banyak didominasi agar kendali perusahan nya tidak pindah kepada pihak lain namun demikian dalam bidang bisnis tertentu dari perjanjian tertentu dapat saja pemegang saham mayoritas pada beri hak control terhadap jalannya perusahaanIndirect Invesment/penanaman modal nir langsung

Penanaman kapital yg dilakukan dengan pembelian kredit sebagai akibatnya si penanam kapital atau kreditur dalam asasnya tidak mengontrol jalannya perusahaan dan tidak pula menanggung resiko atas labaruginya perusaaan itu pihak kreditur menjadi investor hanya menghrapkan si debitur mengembalikan kredit pada waktunya bersama bunganya, kreditur tidak mau memahami apakah aktivitas usaha milik debitur memperoleh laba atau nir walaupun debitur menggalami kerugian pada dalam usahanya kreditur tetap ankan menagih kredit yang sudah diberikan beserta bunganyaPenanaman Modal berdasarkan Negara dari penanam kapital

Ada dua macam Investasi :Foreign Investment/penanaman modal asing

Penggunaan kakayaan sang orang asing buat membawa masuk modalnya ke Indonesia guna menjalankan usahsanya di Indonesia Menurut Pasl 1 Angka tiga UUPM “PMA Adalh kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di daerah RI yang dilakukan sang penanam modal asing baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yg berpatungan dengan penanaman kapital pada negeri” menrut Pasal 1 UU no 1 tahun 1967 mengenai PMA “Penanaman modal asing hanyalah meliputi PMA secara eksklusif berdasarkan UU ini buat menjalankan perusahaan pada Indonesia pada arti pemilik kapital secara eksklusif menanggung resiko menurut penanaman kapital tadi”

Baca Lagi jenis-kapital-&-lainnya-pada-aturan-penanaman-modal/

Dari kedua pasal tersebut terlihat perbedaan pengertian PMA. Didalam UU penanaman modal yang baru, PMA diartikan dalam arti luas yaitu seluruh kegiatan orang asing menanam kapital di daerah RI mencakup semua bentuk penanaman kapital Direct Invesment, Fort Folio Invesment maupun Inderevt Invesment sedang kan dalam UU PMA yang usang PMA dibatasi berupa PMA secra langsung saja yaitu  :

Penanaman kapital yg pemilik modalnya menanggung resiko hanya dalam bentuk direct investment dan port folio investment tidak termasuk kredit luar negeri.Domistik Invesmen ( PMDN )

Menurut Pasal 2 UU No 6 tahun 1968 tentang PMDN, Penanaman kapital pada negeri adalah  :

Penggunaan berdasarkan dalam kekayaan seperti tersebut pada Pasal 1 baik secara eksklusif maupun tidak eksklusif utnuk menjalankan bisnis dari UU ini. Menurut penyelesaian pasal 2 ini Pennanaman kapital dalm negeri itu ilaha penggunaan kapital bagi usaha2 yang mendorong pembanggunan ekonomi dalam biasanya bisa dilakukan secara lansung yakni sang pemiliknya sediri atau nir langgsung yakni melalui pembelian obligdsi2, surat2 pembendaharaan negar, saham2 yang dikeluarkan perusahaan sera deposito dan tabungan berjangka sekurang2 selsms 1 tahun. jenis penanaman Modal/Investasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *