Investasi: Pengertian, Jenis, Contoh, & Manfaatnya Halaman All – Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Investasi merupakan kata yg sudah tak asing lagi pada pendengaran. Investasi merupakan upaya menanamkan modal atau dana menggunakan asa mampu menerima keuntungan (return) pada masa mendatang.

Sementara itu pengertian investasi berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), arti investasi yakni penanaman kapital, umumnya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham & surat berharga lain buat memperoleh keuntungan.

Banyak model investasi diantaranya saham, sukuk, deposito, obligasi, menabung, asuransi, dan reksa dana. Bentuk contoh investasi lainnya yakni pembelian tanah, emas & perhiasan, sampai menjalankan usaha.

Investasi sendiri mampu dilakukan sang individu juga badan usaha seperti perusahaan. Sederhananya, pengertian investasi adalah membuatkan uang atau aset lain agar menaruh laba di masa mendatang buat mencapai tujuan tertentu.

Baca pula: Mengenal Apa Itu Margin dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya

Tujuan-tujuan tertentu yg dimaksud misalnya asa membuka bisnis, menyekolahkan anak, membentuk rumah, & sebagainya.Jenis investasi

Secara generik, terdapat dua jenis investasi yakni investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Investasi jangka pendek adalah investasi yg keuntungannya diharapkan dapat terwujud setidaknya pada kurun ketika satu sampai 3 tahun.

Sementara investasi jangka pendek, merupakan investasi yg pengembaliannya bisa didapatkan dalam kurun waktu pada atas tiga tahun. Jangka saat investasi ini umumnya pula terkait dengan jumlah return.

Itu sebabnya, lazimnya investasi jangka panjang menaruh return yang lebih akbar ketimbang investasi jangka pendek. Ini lantaran keuntungan investasi jangka pendek sanggup dihasilkan lebih cepat.

Baca pula: Apa Itu Depresiasi dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Namun demikian, melakukan investasi juga mengandung risiko. Risiko di sini merupakan kehilangan dana atau aset lain saat investasi tak sinkron asa atau bahkan gagal. Manfaat investasi

Salah satu tujuan investasi adalah kebebasan finansial atau financial freedom, pada mana seseorang dipercaya sudah seorang bisa mendapatkan passive income bisa memenuhi kebutuhan hayati dalam jangka panjang.

Bagi mereka yg bekerja, passive income adalah pendapatan di luar gaji yg diterima setiap bulannya berdasarkan tempatnya bekerja. Dengan kata lain, kebebasan finansial sanggup didapatkan ketika kebutuhan hidupnya sanggup terpenuhi meskipun seorang memutuskan buat tak lagi bekerja.

Baca juga: Apa Itu Cadangan Devisa: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contohnya

2. Melindungi aset menurut inflasi

Tujuan berikutnya investasi adalah melindungi aset dari inflasi. Inflasi yg terjadi terus menerus setiap tahun bisa membuat nilai aset berkurang.

Dengan investasi, maka aset jua berkembang membentuk nilai tambah sebagai akibatnya bisa mengimbangi gerusan inflasi.

Sejatinya manfaat & tujuan investasi merupakan buat menaikkan jumlah aset atau kekayaan yg dimiliki. Bagi seorang yg bekerja, hasil return investasi tentunya sebagai tambahan penghasilan.

Baca jua: Apa Itu Inflasi: Pengertian, Penyebab, Dampak, & Perhitungannya

Banyak orang menentukan investasi merupakan karena sebagai jalan kondusif ketika mengalami syarat darurat. Ini karena pada masa mendatang, terkadang ada biayayg harus dikeluarkan dalam jumlah akbar, ad interim penghasilan bulanan dirasa tidak akan mencukupi.

Beberapa kondisi darurat model investasi seperti porto renovasi atau membeli tempat tinggal, porto pendidikan, porto naik haji, sampai biayarumah sakit apabila sakit pada kemudian hari (arti investasi).

Baca jua: Apa Itu Deflasi: Pengertian, Penyebab, Dampak Buruk, dan Contohnya

Dapatkan update kabar pilihan & breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu join. Anda harus install pelaksanaan Telegram terlebih dulu pada ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *